Profil Hengki Haryadi, Jenderal Pemburu Preman

Berita, Nasional3 Dilihat

Brigjen Pol Hengki Haryadi mendapat tugas baru sebagai Kapolda Papua Barat Daya (PBD). Penunjukan ini menjadi bagian dari rotasi besar-besaran di tubuh Polri pada akhir Agustus 2026.

Sebelumnya, Hengki menjabat sebagai Wakapolda Riau. Kini, perwira tinggi Polri tersebut dipercaya memimpin Polda Papua Barat Daya dan menggantikan Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru.

Pergantian tersebut tercantum dalam Surat Telegram Kapolri tertanggal 30 Agustus 2026. Dalam mutasi kali ini, ratusan perwira tinggi dan menengah Polri ikut mendapatkan penugasan baru.

Hengki Haryadi Resmi Jadi Kapolda Papua Barat Daya

Profil Hengki Haryadi, Jenderal Pemburu Preman

Penunjukan Hengki Haryadi menjadi Kapolda Papua Barat Daya membuat perjalanan kariernya kembali mendapat perhatian.

Mutasi dan rotasi di lingkungan Polri sendiri merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus pembinaan karier personel. Penempatan setiap perwira disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta tantangan tugas di wilayah masing-masing.

Dengan jabatan barunya, Hengki kini memiliki tanggung jawab untuk memimpin Polda Papua Barat Daya, salah satu wilayah kepolisian yang masih relatif baru.

Sementara itu, pejabat sebelumnya, Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru, mendapatkan penugasan sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I di Sespim Lemdiklat Polri.

Profil Singkat Hengki Haryadi

Profil Hengki Haryadi, Jenderal Pemburu Preman

Brigjen Pol Hengki Haryadi lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 16 Oktober 1974. Ia merupakan lulusan SMA Taruna Nusantara dan kemudian melanjutkan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol).

Hengki merupakan bagian dari lulusan Akpol 1996. Sejak awal kariernya, ia cukup dekat dengan bidang reserse dan penegakan hukum.

Perjalanan dinasnya dimulai dari sejumlah posisi di wilayah Indonesia Timur sebelum kemudian berlanjut ke Lampung dan Jakarta.

Beberapa jabatan yang pernah diembannya antara lain Kasatreskrim Polres Tulangbawang, Kasatreskrim Poltabes Bandar Lampung, hingga Kapolsek Metro Gambir.

Namanya kemudian semakin dikenal ketika mulai mendapatkan sejumlah posisi strategis di wilayah Polda Metro Jaya.

Baca Juga:
Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Ini Sosok di Baliknya
Bupati Cilacap Diciduk KPK, 27 Orang Ikut Diamankan

Karier Panjang di Dunia Reserse

Profil Hengki Haryadi, Jenderal Pemburu Preman

Kalau melihat rekam jejaknya, dunia reserse memang menjadi salah satu benang merah dalam perjalanan karier Hengki Haryadi.

Ia pernah dipercaya menjadi Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat. Setelah itu, kariernya terus berkembang dengan menduduki posisi seperti Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, hingga Kapolres Metro Jakarta Barat.

Hengki kemudian dipercaya menjadi Kapolres Metro Jakarta Pusat pada 2020 dan selanjutnya menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Sebelum mendapatkan tugas sebagai Wakapolda Riau, ia juga pernah bertugas sebagai penyidik di lingkungan Bareskrim Polri.

Pendidikan kepolisiannya pun cukup lengkap. Hengki tercatat pernah mengikuti pendidikan PTIK, Sespimmen, hingga Sespimti. Dalam pendidikan Sespimti yang diikutinya pada 2020, ia disebut menjadi salah satu lulusan terbaik.

Dua Kali Berhadapan dengan Hercules

Profil Hengki Haryadi, Jenderal Pemburu Preman

Salah satu bagian paling mencolok dari perjalanan Hengki Haryadi adalah keterlibatannya dalam penanganan perkara yang melibatkan Hercules Rosario Marshal.

Pertemuan pertama terjadi ketika Hengki menjabat Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat pada 2013.

Saat itu, polisi menangkap Hercules bersama sejumlah orang terkait perkara dugaan kekerasan dan pemerasan di kawasan Jakarta Barat. Hengki turut memimpin tim yang menangani kasus tersebut.

Beberapa tahun berselang, Hengki kembali berhadapan dengan Hercules.

Pada November 2018, ketika menjabat Kapolres Metro Jakarta Barat, Hengki kembali memimpin proses penangkapan Hercules. Kali ini kasusnya berkaitan dengan dugaan pendudukan lahan dan penyerangan kompleks ruko di Kalideres.

Dua pengalaman tersebut kemudian ikut membuat nama Hengki dikenal publik sebagai salah satu perwira yang banyak menangani perkara premanisme di Jakarta.

Pengalaman Hengki Haryadi Tangani Berbagai Kasus Besar

Profil Hengki Haryadi, Jenderal Pemburu Preman

Bukan cuma perkara premanisme, Hengki Haryadi juga memiliki pengalaman menangani sejumlah kasus kriminal dan dugaan pelanggaran hukum lainnya.

Ketika bertugas di Jakarta, jajarannya pernah mengungkap jaringan narkoba yang memiliki keterkaitan internasional. Dalam penanganan perkara tersebut, kepolisian juga bekerja sama dengan Drug Enforcement Administration (DEA) Amerika Serikat.

Saat menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Hengki juga terlibat dalam penanganan sejumlah kasus kriminal besar, termasuk perkara pembunuhan berantai Wowon Cs.

Pengalamannya di bidang reserse membuat sebagian besar perjalanan karier Hengki tidak jauh dari penanganan perkara-perkara yang membutuhkan penyidikan intensif.

Baca Juga:
Sudaryono Resmi Pimpin BGN, Ini Profil Lengkapnya
Michael Bambang Hartono Tinggalkan Warisan Rp209 Triliun

Pernah Bongkar Kasus Pungli dan Korupsi

Profil Hengki Haryadi, Jenderal Pemburu Preman

Pengalaman Hengki juga mencakup penanganan kasus yang berkaitan dengan pungutan liar dan korupsi.

Pada 2017, ketika bertugas di Bareskrim Polri, Hengki bersama Polda Kalimantan Timur terlibat dalam pengungkapan praktik pungutan liar di Pelabuhan Peti Kemas Palaran, Samarinda.

Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

Sebelumnya, pada 2015, Hengki juga pernah memimpin satuan tugas khusus Polda Metro Jaya dalam pengungkapan dugaan korupsi terkait proses dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok.

Kini Memimpin Polda Papua Barat Daya

Profil Hengki Haryadi, Jenderal Pemburu Preman

Setelah perjalanan panjang di dunia reserse dan sejumlah posisi strategis di kepolisian, Hengki Haryadi kini mendapat amanah baru sebagai Kapolda Papua Barat Daya.

Perpindahan dari Wakapolda Riau menuju posisi Kapolda membuat tanggung jawabnya semakin besar. Apalagi, Polda Papua Barat Daya berada di wilayah dengan karakteristik geografis dan tantangan keamanan yang berbeda dibandingkan wilayah perkotaan seperti Jakarta.

Pengalaman Hengki selama bertugas di bidang reserse, kewilayahan, hingga sejumlah posisi strategis di tingkat Polda dan Mabes Polri kini menjadi bagian dari bekalnya untuk menjalankan tugas tersebut.

Baca Juga:
Menteri PPPA Usul Gerbong Wanita Dipindah, Ini Alasannya!
Viral! Amien Rais Singgung Prabowo, Ini Faktanya

Brigjen Pol Hengki Haryadi memiliki perjalanan karier yang cukup panjang di lingkungan Polri, terutama di bidang reserse. Dari berbagai posisi di Lampung, Jakarta, Bareskrim, hingga Wakapolda Riau, ia kemudian mendapat tugas baru sebagai Kapolda Papua Barat Daya.

Namanya juga pernah mencuat lewat sejumlah penanganan kasus besar, termasuk dua perkara yang melibatkan Hercules serta kasus narkoba, pungli, korupsi, dan kriminal lainnya. Kini, pengalaman tersebut dibawa ke penugasan barunya untuk memimpin Polda Papua Barat Daya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *