Laga Al Hilal vs Neom berakhir dengan kejutan besar di Liga Roshn Saudi. Skuad asuhan Simone Inzaghi harus mengakui keunggulan Neom setelah tumbang 0-2 pada pertandingan pekan keenam.
Hasil ini jelas jadi pukulan keras buat Al Hilal. Selain gagal menambah poin di puncak klasemen, kekalahan tersebut juga sekaligus mengakhiri rekor panjang mereka yang sebelumnya tidak terkalahkan dalam 47 pertandingan Liga Pro Saudi.
Sementara itu, Neom justru mendapatkan kemenangan yang sangat berharga. Tambahan tiga poin membuat koleksi mereka menjadi 12 poin dan kini sejajar dengan Al Qadsiah serta Al Nassr di papan atas.
Banyak Peluang Terbuang di Laga Al Hilal vs Neom
Sebenarnya, Al Hilal bukan tanpa kesempatan untuk mencetak gol. Inzaghi mengungkapkan bahwa timnya menciptakan sekitar lima peluang pada babak pertama.
Namun, tidak satu pun berhasil dikonversikan menjadi gol.
Situasinya bahkan masih berlanjut di babak kedua. Salah satu peluang terbaik Al Hilal datang melalui Kanno, tetapi kiper Neom mampu melakukan penyelamatan penting untuk menjaga keunggulan timnya.
Buat Inzaghi, kegagalan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa timnya harus pulang dengan tangan kosong.
Pelatih asal Italia itu juga secara terbuka mengambil tanggung jawab atas hasil mengecewakan tersebut. Menurutnya, kekalahan seperti ini harus menjadi alarm bagi seluruh tim agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Dua Kesalahan di Laga Al Hilal vs Neom
Dua gol Neom menjadi pembeda utama dalam pertandingan ini.
Inzaghi menilai gol pertama terjadi akibat kesalahan yang dilakukan di area pertahanan Al Hilal. Sementara gol kedua juga tidak lepas dari kegagalan para pemain dalam menutup ruang dengan baik.
Masalah tersebut menjadi semakin mahal karena Al Hilal sebenarnya mampu meningkatkan permainan setelah turun minum.
Sayangnya, momentum yang mereka bangun tidak menghasilkan gol.
“Kami masuk babak kedua dengan lebih kuat, tetapi keberuntungan tidak berpihak kepada kami,” ujar Inzaghi setelah pertandingan.
Baca Juga:
Real Madrid vs Real Betis: Mourinho Harus Gigit Jari
Manchester United vs Everton: MU Kena Mental Menit 96!
Inzaghi Rasakan Kekalahan Pertama di Arab Saudi
Kekalahan dari Neom menjadi pengalaman pahit tersendiri buat Simone Inzaghi.
Sejak ditunjuk menangani Al Hilal, pelatih asal Italia tersebut sebelumnya berhasil mempertahankan catatan tanpa kekalahan dalam pertandingan-pertandingan yang dijalaninya bersama klub.
Namun, rekor tersebut akhirnya berhenti ketika Neom datang dan memberikan kejutan besar.
Inzaghi mengakui bahwa kekalahan tersebut sangat membuatnya frustrasi. Terlebih lagi, Al Hilal masih berada di puncak klasemen dan tentu tidak ingin kehilangan poin dalam situasi seperti ini.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa tim harus segera move on dan menjadikan kekalahan tersebut sebagai bahan evaluasi.
Rekor 47 Laga Al Hilal Resmi Berakhir
Kekalahan ini bukan sekadar kehilangan tiga poin.
Sebelum menghadapi Neom, Al Hilal tercatat sudah menjalani 47 pertandingan Liga Pro Saudi tanpa kekalahan.
Dalam periode tersebut, mereka meraih 35 kemenangan dan 12 hasil imbang. Catatan tersebut membuat Al Hilal semakin dekat dengan salah satu rekor paling ikonik dalam sejarah kompetisi.
Namun, Neom datang sebagai penghalang terakhir.
Padahal, Al Hilal hanya membutuhkan empat pertandingan lagi tanpa kekalahan untuk menyamai rekor milik Al Ahli.
Rekor Al Ahli Masih Belum Tersentuh
Al Ahli masih memegang rekor sebagai tim dengan rangkaian pertandingan tanpa kekalahan terpanjang dalam sejarah Liga Pro Saudi.
Mereka pernah melewati 51 pertandingan beruntun tanpa kekalahan pada periode Januari 2014 hingga Januari 2016.
Al Hilal sebenarnya sudah berada dalam jarak yang sangat dekat dengan rekor tersebut.
Dengan 47 pertandingan tanpa kekalahan, mereka hanya berjarak empat laga untuk menyamai catatan Al Ahli. Sayangnya, kekalahan dari Neom membuat ambisi tersebut kembali gagal.
Al Hilal pun harus puas menempati posisi kedua dalam daftar rekor unbeaten terpanjang Liga Pro Saudi.
Kekalahan Kandang Pertama Sejak April 2025
Ada fakta menarik lain dari hasil pertandingan ini.
Menurut data Opta, kekalahan 0-2 dari Neom menjadi kekalahan ke-50 Al Hilal sepanjang sejarah Liga Pro Saudi.
Yang lebih menarik, hasil tersebut juga menjadi kekalahan kandang pertama Al Hilal di kompetisi tersebut sejak April 2025.
Kekalahan terakhir mereka di kandang sebelum pertandingan ini terjadi ketika Al Hilal menghadapi rival sekotanya, Al Nassr, dan kalah dengan skor 1-3.
Artinya, setelah lebih dari setahun mampu menjaga markas mereka tetap sulit ditaklukkan di Liga Pro, Al Hilal akhirnya kembali merasakan kekalahan di depan pendukung sendiri.
Galtier Puas dengan Performa Anak Asuhnya di Laga Al Hilal vs Neom
Di kubu seberang, Christophe Galtier tentu punya alasan untuk tersenyum.
Pelatih asal Prancis tersebut memuji performa anak asuhnya setelah berhasil menumbangkan salah satu klub terbesar di Asia.
Menurut Galtier, kunci kemenangan Neom terletak pada mentalitas, konsentrasi, serta pertahanan yang sangat solid.
Ia mengakui bahwa menghadapi Al Hilal membutuhkan sedikit keberuntungan. Dan kali ini, keberuntungan tersebut berada di pihak Neom.
Galtier juga berharap kemenangan tersebut bisa meningkatkan kepercayaan diri para pemain sekaligus mendorong ambisi klub untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.
Baca Juga:
Barcelona vs Rayo Vallecano: Blaugrana Kuasai Puncak LaLiga
Sassuolo vs Frosinone: Juventus Sudah Menanti!
Tekanan Justru Ada di Pihak Al Hilal

Galtier punya pendekatan berbeda ketika mempersiapkan timnya menghadapi Al Hilal.
Menurutnya, tekanan terbesar dalam pertandingan tersebut sebenarnya berada di kubu lawan.
Neom datang tanpa beban sebesar Al Hilal. Sebaliknya, status Al Hilal sebagai salah satu kandidat juara membuat mereka dituntut untuk selalu menang.
Kondisi tersebut coba dimanfaatkan Galtier dengan meminta para pemainnya bermain disiplin dan membuat Al Hilal kesulitan sepanjang pertandingan.
Strategi tersebut terbukti berhasil.
Neom mampu bertahan dengan baik, memanfaatkan peluang yang tersedia, dan akhirnya membawa pulang kemenangan besar.
Bola Mati Jadi Senjata Rahasia di Laga Al Hilal vs Neom

Salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus Galtier dalam persiapan pertandingan adalah situasi bola mati dan umpan silang.
Ia menyebut bahwa timnya sudah berlatih memanfaatkan situasi tersebut sejak musim sebelumnya.
Kerja keras itu akhirnya memberikan hasil ketika Neom berhasil mengeksploitasi situasi permainan untuk menciptakan peluang dan mengamankan kemenangan.
Bagi Galtier, detail kecil seperti ini bisa menjadi pembeda ketika menghadapi tim dengan kualitas seperti Al Hilal.
Neom Mulai Berani Melawan Tim Besar

Kemenangan atas Al Hilal juga menunjukkan adanya perkembangan signifikan dalam perjalanan Neom di Liga Roshn.
Galtier mengakui bahwa musim sebelumnya timnya belum mampu mendapatkan hasil maksimal ketika menghadapi klub-klub papan atas.
Namun, situasinya kini mulai berubah.
Neom memiliki skuad yang lebih profesional, pemain yang semakin matang, dan pengalaman yang lebih baik dalam menghadapi pertandingan bertekanan tinggi.
Kemenangan atas Al Hilal menjadi bukti bahwa Neom bukan lagi tim yang bisa dianggap remeh.
Baca Juga:
Man City vs Crystal Palace 4-1: Haaland-Cherki Cetak Brace!
Inter Miami vs CF Montreal: Messi Menggila, Skor 7-1!
Hasil Al Hilal vs Neom berakhir menjadi mimpi buruk bagi tim asuhan Simone Inzaghi. Kekalahan 0-2 bukan hanya membuat Al Hilal kehilangan tiga poin, tetapi juga mengakhiri catatan impresif 47 pertandingan tanpa kekalahan. Harapan untuk menyamai rekor 51 laga milik Al Ahli pun harus kembali tertunda. Sementara itu, Neom berhasil mencatatkan kemenangan penting berkat pertahanan disiplin, mentalitas kuat, serta momentum yang tepat. Jika mampu mempertahankan performa tersebut, Neom berpotensi menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan dalam persaingan papan atas Liga Roshn Saudi.












