Manchester United memulai era baru pasca kepergian Ruben Amorim. Namun pada laga Burnley vs Manchester United di pekan ke-21 Premier League 2025/2026 di Turf Moor, persoalan lama kembali terlihat. Debut Darren Fletcher sebagai pelatih interim pun belum berbuah manis setelah pertandingan berakhir imbang 2-2.
MU sempat bangkit dan berbalik unggul, tapi lemahnya kontrol permainan membuat keunggulan itu kembali menguap.
Gol Bunuh Diri Heaven Jadi Awal Masalah
Ayden Heaven yang sebelumnya dipuji justru menjadi sorotan. Bek muda itu salah mengantisipasi serangan Burnley hingga bola malah masuk ke gawang sendiri. Catatan pahit pun tercipta: Heaven jadi pemain termuda MU yang mencetak gol bunuh diri di Premier League.
Fletcher Tinggalkan Skema Lama
Darren Fletcher langsung memutus warisan taktik sebelumnya. Formasi 3-4-3 ditinggalkan, MU kembali ke 4-2-3-1 yang lebih familiar. Tujuannya jelas: permainan yang lebih rapi dan terstruktur, meski hasil akhirnya belum maksimal.
Baca Juga:
Nottingham Forest vs Manchester City, Cherki Jadi Pahlawan
CD Guadalajara vs Barcelona: Barca Menang Susah Payah
Bruno Fernandes, Nyawa Permainan MU
Selama Bruno Fernandes berada di lapangan, MU terlihat hidup. Ia memberi assist dan menciptakan beberapa peluang emas. Namun segalanya berubah saat Bruno ditarik keluar di menit ke-60 karena alasan medis. Setelah itu, MU kehilangan kendali dan Burnley sukses menyamakan skor.
Sesko Cukup Tajam di Laga Burnley vs Manchester United
Benjamin Sesko tampil luar biasa dengan dua gol cepat di babak kedua. Pergerakan dan fisiknya merepotkan pertahanan Burnley. Sayangnya, banyak peluang terbuang. Dengan finishing lebih tenang, hasil laga seharusnya bisa berbeda.
Shea Lacey, Secercah Harapan
Masuknya Shea Lacey jadi kejutan menarik. Meski baru tampil sebentar, aksinya langsung mencuri perhatian. Tendangan melengkungnya bahkan sempat membentur mistar, memberi sinyal bahwa MU masih punya harapan dari pemain muda.
Fletcher Kecewa Berat di Laga Burnley vs Manchester United
Usai laga, Fletcher tak menutupi rasa frustrasinya. MU menciptakan cukup banyak peluang, tapi gagal mengunci kemenangan. Hasil imbang ini membuat posisi MU di klasemen terus melorot dan menegaskan bahwa pekerjaan rumah mereka masih sangat banyak.
Baca Juga:
Newcastle vs Chelsea Berakhir 2-2, Panas Banget
Tottenham vs Liverpool: Dua Kartu Merah, Spurs Kalah
Hasil imbang melawan Burnley menegaskan bahwa pergantian pelatih belum cukup untuk menyembuhkan masalah Manchester United. Meski ada performa positif dari Bruno, Sesko, dan Lacey, inkonsistensi dan rapuhnya kontrol permainan masih jadi PR besar. Era baru sudah dimulai, tapi jalan MU menuju stabilitas masih panjang.












