Setelah kalah telak dari Australia, pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, lagi pusing nih mikirin strategi jitu buat ngadepin Bahrain. Pertandingan penting di Grup C Kualifikasi Piala Dunia ini bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Kamis malam (25/3/2025).
Waktu dibantai Australia 1-5 di Sydney, Kluivert mencoba formasi 3-4-1-2 dengan fokus penguasaan bola dan pertahanan tinggi. Sayangnya, taktik ini kayaknya udah kebaca sama Bahrain. Makanya, Kluivert harus putar otak cari cara lain yang lebih fleksibel buat ngelawan gaya main Bahrain nanti. Kemungkinan besar, formasi andalannya 4-2-3-1 bisa jadi pilihan.
Rotasi Pemain Jadi Kunci Timnas Indonesia?

Kelihatannya, Kluivert juga bakal melakukan beberapa perubahan pemain buat nyempurnain taktiknya. Justin Hubner kemungkinan besar bakal nemenin Jay Idzes di jantung pertahanan, sementara Kevin Diks dan Calvin Verdonk bisa mengisi posisi bek sayap. Ini berarti Dean James mungkin harus duduk di bangku cadangan dulu.
Di posisi penjaga gawang, Emil Audero punya kans besar buat jadi starter setelah Maarten Paes kebobolan lima gol lawan Australia. Di lini tengah, Joey Pelupessy juga berpeluang debut buat nemenin Thom Haye, menggantikan Nathan Tjoe-A-On. Ivar Jenner siap jadi pemain pengganti kalau dibutuhkan.
Baca Juga:
Timnas Indonesia vs Bahrain: Taktik Baru dan Debut Audero?
Timnas Indonesia vs Bahrain: Harga Skuad dan Taktik Baru?
Andalkan Ketajaman Ole Romeny

Di sektor sayap kanan, Eliano Reijnders yang tampil oke sebagai pemain pengganti lawan Australia kayaknya bakal jadi pilihan utama. Dia punya kemampuan buat jemput bola, buka ruang, dan pergerakan tanpa bola yang bagus. Penetrasinya juga pasti dibutuhin banget.
Marselino Ferdinan masih layak dapat kesempatan di posisi gelandang serang, dan Ragnar Oratmangoen yang udah bebas dari akumulasi kartu diperkirakan bakal main di sayap kiri. Untuk posisi striker tunggal, hampir pasti diisi sama Ole Romeny, yang udah nunjukkin ketajamannya dengan mencetak satu-satunya gol ke gawang Australia.
Kabarnya, ada tiga pemain di skuad Timnas Indonesia saat ini yang belum pernah merasakan caps, yaitu Emil Audero Mulyadi, Joey Pelupessy, dan Septian Bagaskara. Audero dan Pelupessy baru aja jadi WNI, sementara Bagaskara baru kali ini dilirik tim pelatih Timnas.
Peluang Debut Jadi Starter di Timnas Indonesia

Melihat kondisi tim saat ini, Emil Audero dan Joey Pelupessy punya peluang besar buat debut sebagai starter saat lawan Bahrain nanti. Audero kemungkinan besar bakal langsung dipasang di bawah mistar gawang. Selain karena Paes baru kebobolan banyak, suporter juga pasti penasaran sama performa Audero.
Sementara itu, Pelupessy punya kans besar buat menemani Thom Haye yang kurang efektif lawan Australia. Septian Bagaskara juga mungkin bakal diturunkan di babak kedua, terutama kalau lini depan Timnas kesulitan mencetak gol. Dia punya keunggulan dalam duel udara yang bisa berguna saat situasi bola mati.
Momentum Raih Kemenangan Perdana

Banyak yang bilang kalau laga melawan Bahrain ini adalah waktu yang tepat buat Patrick Kluivert meraih kemenangan pertamanya buat Timnas Indonesia. Beberapa pemain yang sebelumnya absen udah bisa bermain lagi. Justin Hubner dan Ragnar Oratmangoen contohnya. Kemenangan di laga ini penting banget buat menjaga asa lolos ke babak selanjutnya Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Justin Hubner juga disebut-sebut punya semangat juang yang tinggi dan bisa jadi pembeda di laga nanti. Karakter keras dan militannya dibutuhkan tim, meskipun kadang-kadang perlu dikontrol juga emosinya biar nggak merugikan tim.
Baca Juga:
Kluivert Dibantai Australia, Ini yang Harus Diperbaiki Timnas Indonesia
Kalah dari Australia, Timnas Indonesia Harus Bangkit Lawan Bahrain
Intinya, Timnas Indonesia harus segera bangkit setelah kekalahan telak dari Australia. Dengan potensi perubahan taktik dan pemain, termasuk peluang debut untuk beberapa nama baru, laga melawan Bahrain di SUGBK nanti malam bakal jadi ujian penting untuk melihat sejauh mana kesiapan Garuda di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kemenangan jelas jadi harga mati buat menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.