Saham bank milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tergabung dalam Himbara sejak lama menjadi incaran banyak investor, terutama bagi mereka yang mengandalkan dividen sebagai sumber keuntungan. Menjelang periode pembagian dividen setiap tahunnya, saham bank ini biasanya kembali ramai diperbincangkan karena dinilai memiliki potensi imbal hasil yang menarik bagi para pemegang saham.
Jika melihat tren dari beberapa tahun terakhir hingga proyeksi tahun 2026, bank-bank pelat merah tersebut menunjukkan performa yang cukup konsisten dalam memberikan imbal hasil kepada para pemegang saham.
Salah satu faktor yang turut menjadi perhatian pelaku pasar saat ini adalah peran Danantara sebagai pengelola aset negara. Kehadiran lembaga ini mendorong perusahaan BUMN, termasuk sektor perbankan, untuk meningkatkan rasio pembagian dividen atau Dividend Payout Ratio (DPR). Kebijakan tersebut membuat porsi laba yang dibagikan kepada investor menjadi lebih besar dibandingkan sebelumnya.
Apa Itu Dividen Saham Bank dan Mengapa Banyak Investor Mengejarnya?
Dividen merupakan bagian dari laba bersih perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham. Bagi investor jangka panjang, dividen sering dianggap sebagai sumber pendapatan pasif yang cukup menarik.
Biasanya, pembagian dividen dilakukan setelah perusahaan menyelesaikan laporan keuangan tahunan. Namun, beberapa perusahaan juga memberikan dividen interim di tengah tahun sebelum dividen final dibagikan.
Karena itu, saham-saham yang rutin memberikan dividen besar sering menjadi incaran investor yang mengincar stabilitas pendapatan.
Tren Dividen Saham Bank BUMN dari 2022 hingga Proyeksi 2026
Dalam beberapa tahun terakhir, bank-bank Himbara seperti Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN menunjukkan tren peningkatan dividen yang cukup stabil.
Pertumbuhan laba yang solid membuat bank-bank tersebut mampu membagikan dividen dengan yield yang semakin menarik bagi investor.
Baca Juga:
IHSG Ambruk 2,5%! Saham Konglo Berguguran, Ini Biang Keroknya
IHSG Melemah Tipis, Saham Big Cap Jadi Biang Kerok
Bank Mandiri (BMRI)
Bank Mandiri termasuk salah satu bank dengan kinerja dividen yang konsisten. Jika melihat data beberapa tahun terakhir, yield dividen yang diberikan terus mengalami peningkatan.
Pada tahun 2022, yield dividen BMRI berada di kisaran 4,55%. Angka ini terus meningkat hingga mencapai sekitar 9,05% pada pembayaran dividen tahun 2025.
Untuk proyeksi tahun 2026, dividen Bank Mandiri diperkirakan memberikan yield sekitar 7,32%. Angka ini menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu menyeimbangkan antara pembagian keuntungan kepada investor dan kebutuhan modal untuk ekspansi bisnis.
Bank Negara Indonesia (BBNI)
BNI menjadi salah satu bank dengan peningkatan yield dividen yang cukup signifikan dalam lima tahun terakhir.
Pada tahun 2022, yield dividen BBNI hanya berada di sekitar 1,81%. Namun, berkat perbaikan kinerja bisnis dan peningkatan profitabilitas, yield tersebut meningkat hingga mencapai sekitar 8,22% pada tahun 2025.
Memasuki periode pembagian dividen tahun 2026, yield BBNI diperkirakan berada di kisaran 7,88%. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk tetap memberikan imbal hasil menarik bagi para pemegang saham.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
Berbeda dari bank lain, Bank Rakyat Indonesia memiliki pola pembagian dividen yang cukup unik. BRI sering membagikan dividen lebih dari sekali dalam setahun melalui dividen interim dan dividen final.
Pada tahun 2022, yield dividen BBRI berada di sekitar 3,81%. Kemudian dalam periode 2024 hingga 2025, total yield yang diberikan berada di kisaran 8% hingga 9% per tahun.
Untuk tahun 2026, estimasi yield dividen BBRI diperkirakan berada di sekitar 4,74%. Meskipun terlihat lebih rendah dibanding tahun sebelumnya, pembagian dividen yang rutin tetap membuat saham ini menarik bagi investor jangka panjang.
Bank Tabungan Negara (BBTN)
Bank Tabungan Negara yang fokus pada sektor pembiayaan perumahan juga menunjukkan peningkatan dalam pembagian dividen.
Pada tahun 2022, yield dividen BBTN berada di sekitar 1,35%. Namun, kinerja perusahaan yang semakin membaik membuat angka tersebut meningkat hingga sekitar 5,89% pada tahun 2025.
Untuk proyeksi tahun 2026, yield dividen BBTN diperkirakan berada di kisaran 5,39%. Ini menunjukkan bahwa BTN masih mampu menjaga stabilitas profit di tengah tantangan sektor properti.
Daftar Saham Bank dengan Dividen Tertinggi 2026
Selain bank BUMN, beberapa bank lain di Indonesia juga dikenal cukup rajin membagikan dividen kepada investor.
Berikut daftar saham bank dengan dividen besar berdasarkan pembagian untuk tahun buku 2024 yang dibayarkan pada 2025–2026.
| Saham Bank | Dividen per Saham | Estimasi Yield |
|---|---|---|
| BMRI | Rp466,18 | ±9,34% |
| BBNI | Rp374,06 | ±8,42% |
| BBRI | Rp343,40 | ±9,08% |
| BBCA | Rp300 | ±3,10% |
| BNGA | Rp155,73 | ±8,87% |
| NISP | Rp106 | ±7,74% |
Menariknya, meskipun nominal dividennya tidak terlalu besar, Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat & Banten (BJBR) justru mencatatkan yield dividen tertinggi, yaitu sekitar 10,59% dengan pembagian Rp85,25 per saham.
Baca Juga:
Alasan Jahja Setiaatmadja Lepas Saham BBCA Senilai Rp8,75 Miliar
Asing Ramai-Ramai Jual Saham, BBCA Jadi yang Paling Tertekan
Saham perbankan masih menjadi salah satu sektor yang cukup menarik bagi investor yang mengincar dividen. Bank-bank besar seperti Mandiri, BNI, dan BRI terus menunjukkan kemampuan dalam menghasilkan laba dan membagikan keuntungan kepada pemegang saham.
Dengan dorongan kebijakan untuk meningkatkan rasio pembagian dividen serta pertumbuhan kredit yang masih cukup kuat, prospek dividen dari sektor perbankan diperkirakan tetap menarik di tahun 2026. Bagi investor jangka panjang, saham bank yang rutin membagikan dividen bisa menjadi pilihan investasi yang stabil sekaligus memberikan pendapatan pasif setiap tahun.











