Departemen Kehakiman Amerika Serikat resmi merilis jutaan dokumen terbaru yang berkaitan dengan skandal kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Langkah ini menjadi pembukaan arsip terbesar sejak kebijakan transparansi mulai diterapkan. Dalam file Epstein tersebut, publik tidak hanya menemukan dokumen lama, tetapi juga berbagai informasi mengejutkan, mulai dari nama-nama tokoh terkenal, kisah kontroversial, hingga klaim sensasional yang langsung memicu perhatian luas.
Jutaan Arsip File Epstein Akhirnya Dibuka
Total dokumen yang dirilis jumlahnya sangat besar, mencapai jutaan halaman, ratusan ribu gambar, dan ribuan video. Seluruh arsip ini dibuka setelah proses peninjauan panjang demi memenuhi tuntutan transparansi. Meski sempat melewati tenggat waktu, pemerintah AS memastikan seluruh berkas kini bisa diakses publik.
Sebagian besar dokumen berasal dari lebih dari satu dekade lalu, tepatnya setelah Epstein dihukum pada 2008 atas kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Epstein sendiri meninggal dunia di penjara pada 2019 dalam kasus yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya.
Baca Juga:
Kasus Tumbler Tuku KRL Anita Makan Korban
Ferry Irwandi Jadi Sorotan, Begini Latar Belakang dan Kiprahnya
Nama-Nama Besar Ikut Terseret di File Epstein
Dalam dokumen tersebut, banyak tokoh terkenal ikut disebut. Mulai dari politisi, pengusaha global, bangsawan Eropa, hingga figur teknologi dunia. Nama mantan Presiden AS Donald Trump muncul ratusan kali, meski disebutkan bahwa sebagian besar tuduhan terhadapnya tidak didukung bukti kuat dan bersifat klaim sepihak.
Selain Trump, nama Pangeran Andrew dari Inggris juga muncul dalam korespondensi dan foto-foto yang memicu kontroversi. Hubungan Epstein dengan lingkaran elit Inggris tergambar cukup dekat, bahkan setelah kasus hukumnya mencuat.
Hubungan dengan Miliarder Dunia
Beberapa miliarder ternama juga muncul dalam arsip ini. Ada korespondensi Epstein dengan Richard Branson yang memicu spekulasi, meski pihak Virgin Group menegaskan hubungan tersebut sangat terbatas dan bersifat profesional.
Elon Musk juga tercatat pernah berkomunikasi dengan Epstein melalui email lama. Meski demikian, Musk menegaskan bahwa dirinya menolak undangan ke pulau pribadi Epstein dan tidak pernah terlibat lebih jauh.
Klaim Sensasional dan Tuduhan Serius
Tak hanya soal relasi sosial, dokumen Epstein juga memuat klaim sensasional. Mulai dari tudingan penyakit menular seksual yang menyeret nama Bill Gates, hingga dugaan keterlibatan intelijen asing seperti Mossad Israel. Semua klaim ini disertai bantahan keras dari pihak-pihak terkait dan disebut belum terbukti secara hukum.
Ada pula pernyataan Epstein yang menyinggung konflik geopolitik Timur Tengah, termasuk pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Namun lagi-lagi, isi dokumen ini lebih banyak berupa opini dan klaim pribadi yang belum terverifikasi.
Kiswah Ka’bah dan Isu Sensitif
Salah satu bagian paling mengejutkan adalah pengiriman potongan Kiswah, kain penutup Ka’bah, ke rumah Epstein di Amerika Serikat. Dokumen korespondensi menunjukkan proses pengiriman yang cukup detail, mulai dari logistik hingga makna religius kain tersebut. Fakta ini memicu reaksi keras karena menyangkut simbol suci umat Muslim.
Indonesia Ikut Muncul dalam Arsip File Epstein
Menariknya, nama Indonesia juga muncul dalam ratusan dokumen. Mayoritas berkaitan dengan laporan ekonomi, pengiriman barang, dan bahan briefing lembaga keuangan global. Ada pula dokumen FBI yang menyebut nama pengusaha Indonesia dalam konteks hubungan bisnis dengan Trump, meski tidak secara langsung dikaitkan dengan kejahatan Epstein.
Selain itu, beberapa laporan intelijen dan buletin internasional yang menyinggung situasi politik Indonesia ikut terarsipkan dalam berkas-berkas tersebut.
Pengakuan Korban yang Belum Terbukti
Bagian paling gelap dari dokumen Epstein berisi pengakuan sejumlah individu yang mengklaim sebagai korban. Isinya sangat ekstrem, termasuk tuduhan kekerasan brutal dan praktik ritual. Namun, dokumen tersebut secara tegas menyatakan bahwa kesaksian ini adalah klaim sepihak dan belum diverifikasi melalui proses hukum, bahkan sebagian tidak direkomendasikan untuk ditindaklanjuti karena kondisi psikologis pelapor.
Baca Juga:
Mengungkap Dalang dan Korban Baru dari Serangan 9/11
Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk, Begini Fakta Lengkapnya
Rilis dokumen terbaru Jeffrey Epstein membuka tabir besar tentang jejaring relasi, klaim, dan kontroversi yang selama ini tertutup. Meski sarat dengan nama besar dan cerita mengejutkan, penting untuk diingat bahwa tidak semua isi dokumen merupakan fakta hukum yang terbukti. Banyak di antaranya masih berupa tuduhan, opini, atau klaim sepihak. Publik dituntut lebih kritis dalam menyikapi isi arsip ini agar tidak terjebak pada sensasi semata, melainkan memahami konteks dan batasan kebenaran dari setiap informasi yang beredar.












