John Herdman Ubah Wajah Timnas Indonesia Secara Drastis

Olahraga5 Dilihat

Kehadiran John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia akhirnya resmi diuji di ajang FIFA Series 2026. Setelah diperkenalkan pada Januari 2026, momen ini jadi kesempatan pertama buat melihat langsung racikan taktiknya di lapangan.

Indonesia sendiri dipercaya jadi tuan rumah turnamen ini yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 27–30 Maret 2026. Dalam ajang tersebut, Tim Garuda menjalani dua pertandingan: melawan Saint Kitts and Nevis serta Bulgaria.

Hasilnya? Indonesia tampil dominan dengan kemenangan 4-0 atas Saint Kitts and Nevis. Tapi di partai final, langkah Garuda harus terhenti setelah kalah tipis 0-1 dari Bulgaria.

John Herdman Mulai Eksperimen Taktik

John Herdman Ubah Wajah Timnas Indonesia Secara Drastis

Di turnamen ini, Herdman terlihat belum terpaku pada satu gaya permainan. Ia justru memanfaatkan momen untuk mencoba berbagai strategi.

Saat menghadapi Saint Kitts and Nevis, ia memakai formasi 4-4-2. Menariknya, Beckham Putra yang ditempatkan di sisi kiri diberi kebebasan bergerak alias free role, sehingga permainan jadi lebih cair.

Berbeda saat melawan Bulgaria, Herdman mengubah pendekatan dengan formasi 5-3-2. Ia menambah pemain bertahan untuk meredam tekanan lawan sekaligus memperkuat lini tengah.

Baca Juga:
Timnas Indonesia Gagal Juara FIFA Series, Ini Rapor Pemainnya
Jordi Amat Pindah Posisi, Senjata Baru Timnas Indonesia?

Adaptasi John Herdman di Tengah Keterbatasan

John Herdman Ubah Wajah Timnas Indonesia Secara Drastis

Kondisi skuad saat ini sebenarnya belum ideal, terutama di lini tengah. Beberapa pemain kunci tidak bisa tampil maksimal.

Thom Haye harus absen karena sanksi, Marc Klok belum dalam kondisi terbaik, sementara Marselino Ferdinan masih dalam proses pemulihan cedera.

Untuk menyiasati hal ini, Herdman melakukan langkah tak biasa dengan menempatkan Jordi Amat sebagai gelandang bertahan. Peran ini sebenarnya bukan hal baru baginya, sehingga cukup membantu menjaga keseimbangan tim.

Peran Baru Ole Romeny

John Herdman Ubah Wajah Timnas Indonesia Secara Drastis

Salah satu hal menarik dari turnamen ini adalah perubahan peran Ole Romeny. Ia tidak hanya berperan sebagai striker murni.

Romeny terlihat lebih aktif bergerak ke sisi lapangan, bahkan sering turun ke tengah untuk membuka ruang dan membantu serangan. Pergerakan ini membuat permainan Timnas jadi lebih dinamis.

Buktinya, saat melawan Saint Kitts and Nevis, ia tampil impresif dengan mencetak satu gol dan menyumbang dua assist.

Gaya Main Lebih Hidup dan Variatif

John Herdman Ubah Wajah Timnas Indonesia Secara Drastis

Di bawah Herdman, permainan Timnas Indonesia terasa lebih segar. Tidak hanya solid dalam bertahan, tapi juga lebih berani saat menyerang.

Para pemain terlihat lebih percaya diri dan menikmati permainan. Alhasil, alur serangan jadi lebih variatif dan tidak mudah ditebak.

Gaya bermain yang agresif dan penuh semangat ini juga jadi nilai plus karena sesuai dengan karakter yang disukai suporter Indonesia.

Awal Positif untuk Masa Depan

John Herdman Ubah Wajah Timnas Indonesia Secara Drastis

Meski belum berhasil meraih gelar, debut Herdman bisa dibilang cukup menjanjikan. Ia mulai membangun fondasi permainan sekaligus mencoba mengembalikan kepercayaan publik terhadap Timnas.

Tugasnya memang tidak mudah, apalagi ekspektasi suporter cukup tinggi. Namun, dari dua laga awal ini, terlihat bahwa ia sudah memahami kebutuhan tim dan arah permainan yang ingin dibangun.

Baca Juga:
Statistik 11 Penyerang Timnas Indonesia Jadi Sorotan
Deretan Pemain Tertua yang Masih Dipanggil Timnas Indonesia

FIFA Series 2026 jadi langkah awal yang cukup positif bagi John Herdman bersama Timnas Indonesia. Walau belum sempurna, perubahan gaya bermain mulai terlihat jelas—lebih hidup, kreatif, dan berani menyerang.

Dengan waktu dan adaptasi yang lebih matang, bukan tidak mungkin performa Tim Garuda akan semakin meningkat di laga-laga internasional berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *