Sebanyak 41 pemain dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia dalam persiapan menuju FIFA Series 2026 yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 27–30 Maret 2026. Salah satu nama yang ikut masuk dalam daftar tersebut adalah Jordi Amat, yang belakangan mencuri perhatian berkat performa impresifnya.
Namun, pelatih Timnas Indonesia John Herdman belum bisa memanggil seluruh pemain terbaiknya. Beberapa nama harus absen karena cedera maupun sanksi larangan bertanding. Misalnya Marselino Ferdinan yang masih dalam proses pemulihan, serta Thom Haye dan Shayne Pattynama yang terkena larangan bermain.
Di tengah keterbatasan tersebut, Herdman tetap menyiapkan sejumlah opsi menarik, terutama di lini tengah. Ada beberapa perubahan peran pemain yang cukup menyita perhatian dan bisa menjadi senjata baru bagi skuad Garuda.
Ezra Walian Kembali dengan Peran Baru
Dari total 13 pemain yang masuk daftar gelandang sementara Timnas Indonesia, sebenarnya tidak banyak nama yang benar-benar mengejutkan. Namun, ada satu sosok yang cukup menarik perhatian, yaitu Ezra Walian.
Pemain berusia 28 tahun tersebut kembali mendapat kesempatan memperkuat Timnas Indonesia, tetapi dengan peran yang berbeda dibanding sebelumnya. Jika dulu Ezra lebih dikenal sebagai striker, kini ia tampil lebih matang sebagai gelandang serang.
Perubahan posisi ini terlihat jelas saat ia membela klubnya. Ezra mampu berkontribusi lebih dalam membangun serangan dan menjadi penghubung antara lini tengah dan lini depan.
Baca Juga:
Thom Haye Absen Empat Laga, Siapa Penggantinya?
Prediksi Trio Bek Timnas Indonesia Era John Herdman
Transformasi Posisi Jordi Amat

Nama lain yang cukup mencuri perhatian adalah Jordi Amat. Pemain berusia 33 tahun itu sebenarnya dikenal sebagai bek tengah, tetapi belakangan ia mulai tampil di posisi gelandang bertahan.
Perubahan posisi ini terjadi saat ia bermain bersama Persija Jakarta di BRI Super League 2025/2026. Karena lini tengah timnya sempat dilanda cedera dan stok pemain belakang cukup melimpah, Jordi Amat pun didorong untuk bermain sedikit lebih maju.
Menariknya, adaptasi tersebut berjalan sangat baik. Amat mampu menunjukkan kualitasnya dalam menjaga keseimbangan permainan tim sekaligus membantu distribusi bola dari belakang.
Performa Solid Jordi Amat Bersama Persija

Penampilan Jordi Amat bersama Persija Jakarta musim ini bisa dibilang cukup konsisten. Ia sudah tampil 21 kali di kompetisi liga, dengan beberapa pertandingan dimainkan sebagai gelandang bertahan.
Di posisi barunya itu, Amat terlihat memberikan stabilitas di lini tengah. Ia juga sempat mencetak gol lewat tendangan jarak jauh yang menunjukkan kemampuannya sebagai pemain nomor enam modern.
Performa ini tentu menjadi nilai tambah bagi Timnas Indonesia yang saat ini membutuhkan opsi kuat di sektor gelandang bertahan.
Skema Tiga Bek Jadi Opsi John Herdman

John Herdman kabarnya tertarik menggunakan formasi 3-4-3 atau variasinya di Timnas Indonesia. Formasi ini memungkinkan tim memiliki keseimbangan antara pertahanan dan serangan.
Jika skema tersebut benar-benar diterapkan, beberapa nama diprediksi menjadi pilihan utama di lini tengah. Joey Pelupessy berpotensi mengisi posisi gelandang bertahan, sementara Ricky Kambuaya bisa diberi peran lebih ofensif.
Untuk posisi wing-back kiri, Calvin Verdonk tampaknya masih menjadi pilihan utama. Sementara di sisi kanan, Kevin Diks dinilai sebagai opsi yang cukup ideal.
Marc Klok Bangga Kembali Dipanggil Timnas Indonesia

Salah satu pemain yang juga kembali mendapat panggilan adalah Marc Klok. Gelandang berusia 32 tahun tersebut mengaku sangat bangga bisa kembali memperkuat Timnas Indonesia.
Menurut Klok, membela negara merupakan impian setiap pemain sepak bola. Karena itu, ia selalu siap memberikan kontribusi terbaik ketika mendapat kesempatan bermain.
Ia juga menyambut positif kehadiran pelatih baru John Herdman. Meski baru berkomunikasi melalui panggilan video, Klok menilai sang pelatih memiliki visi yang jelas untuk perkembangan Timnas Indonesia.
Harapan untuk Masa Depan Timnas Indonesia

Marc Klok berharap John Herdman bisa bertahan cukup lama di kursi pelatih Timnas Indonesia. Menurutnya, tim nasional membutuhkan sosok yang mampu membangun sistem dan struktur permainan secara konsisten.
Ia juga menilai masa depan sepak bola Indonesia cukup cerah, terutama dengan banyaknya pemain muda berbakat yang mulai bermunculan.
Dengan fondasi yang kuat dan program yang jelas, Klok optimistis Timnas Indonesia bisa berkembang dan bersaing lebih baik di level internasional.
Baca Juga:
Timnas Indonesia Punya Tembok Kuat di Italia
Duel Panas Kiper Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026
Persiapan Timnas Indonesia menuju FIFA Series 2026 menghadirkan beberapa cerita menarik, terutama di sektor lini tengah. Perubahan posisi pemain seperti Jordi Amat serta kembalinya Ezra Walian dengan peran baru memberikan tambahan opsi bagi pelatih John Herdman.
Meski beberapa pemain kunci absen, skuad Garuda tetap memiliki kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda yang menjanjikan. Jika strategi yang tepat bisa diterapkan, Timnas Indonesia berpotensi tampil kompetitif dalam turnamen tersebut sekaligus membangun fondasi kuat untuk masa depan sepak bola nasional.












