Presiden Prabowo Subianto kembali merombak susunan Kabinet Merah Putih. Kali ini, Suahasil Nazara dipercaya mengisi posisi Menteri Keuangan (Menkeu).
Suahasil Nazara resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia pada Senin, 14 September 2026. Ia menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya menduduki posisi tersebut sejak September 2025.
Menariknya, Suahasil sebenarnya bukan nama baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Sebelum naik menjadi Menkeu, ia sudah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dan mendampingi Purbaya.
Dengan pengalaman panjang tersebut, Suahasil punya pekerjaan rumah yang cukup besar. Bukan cuma soal mengatur uang negara, tetapi juga memastikan APBN tetap sehat sekaligus mampu membiayai program-program prioritas pemerintah.
Fokus Utama Suahasil Nazara: APBN Harus Sehat dan Kredibel

Setelah dilantik, Suahasil menegaskan bahwa menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara menjadi salah satu prioritas utamanya.
Menurutnya, APBN bukan sekadar daftar pemasukan dan pengeluaran pemerintah. Anggaran negara harus bisa menjadi instrumen untuk menjalankan program prioritas sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Suahasil juga memastikan defisit APBN akan tetap dijaga di bawah angka 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Batas tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Selain menjaga angka defisit, Suahasil menilai kepercayaan publik terhadap APBN juga nggak kalah penting. Karena itu, komunikasi pemerintah kepada masyarakat harus dilakukan secara konsisten dan transparan.
Intinya, APBN harus sehat secara angka sekaligus dipercaya publik.
Baca Juga:
Rekrutmen KAI 2026 Dibuka! Cek Posisi dan Syaratnya
Menteri PPPA Usul Gerbong Wanita Dipindah, Ini Alasannya!
Efisiensi APBN Bukan Sekadar Potong Anggaran

Salah satu isu yang juga menjadi perhatian Suahasil adalah efisiensi belanja negara.
Namun, ia menegaskan bahwa efisiensi nggak bisa diterjemahkan secara sederhana sebagai pemangkasan anggaran. Pemerintah harus memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan mampu menghasilkan output maksimal dan memberikan manfaat nyata.
Jadi, bukan sekadar “potong anggaran sebanyak-banyaknya”, tetapi bagaimana uang yang tersedia bisa digunakan dengan lebih tepat sasaran.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena pemerintah juga harus menjaga ruang fiskal di tengah berbagai program prioritas yang membutuhkan anggaran besar.
Tantangan Suahasil Nazara Setelah Menggantikan Purbaya

Pergantian Menteri Keuangan tentu memunculkan ekspektasi baru. Sejumlah pengamat menilai Suahasil menghadapi tantangan yang nggak ringan.
Peneliti CSIS Nicky Fahrizal menilai pergantian Menkeu menunjukkan adanya perhatian pemerintah terhadap kerentanan ekonomi nasional. Menurutnya, Suahasil perlu mendorong kembali pertumbuhan ekonomi di daerah sekaligus melakukan konsolidasi fiskal.
Postur APBN juga dinilai perlu ditata agar lebih presisi, efisien, dan memberikan dampak nyata terhadap perekonomian.
Sementara itu, ekonom CELIOS Nailul Huda melihat tantangan Suahasil salah satunya adalah mengembalikan APBN ke jalur yang lebih rasional. Ia juga menilai pemerintah perlu lebih selektif dalam menentukan program yang mendapatkan anggaran.
Di sisi lain, ekonom senior INDEF Tauhid Ahmad memandang pergantian tersebut sebagai momentum penyegaran. Menurutnya, pengalaman Suahasil sebagai orang dalam Kementerian Keuangan bisa menjadi modal penting untuk menghadapi persoalan fiskal.
Rekam Jejak Pendidikan Suahasil Nazara

Kalau ngomongin latar belakang pendidikan, Suahasil punya rekam jejak yang cukup solid.
Ia lahir di Jakarta pada 23 November 1970 dan menyelesaikan pendidikan sarjananya di Universitas Indonesia (UI). Suahasil memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada 1994.
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat dan mendapatkan gelar Master of Science (MSc) dari Cornell University pada 1997.
Nggak berhenti di jenjang master, Suahasil kemudian mengambil program doktoral bidang ekonomi di University of Illinois at Urbana-Champaign. Ia berhasil memperoleh gelar Doctor of Philosophy (PhD) pada 2003.
Menariknya, University of Illinois Urbana-Champaign atau UIUC juga menjadi almamater dua mantan Menteri Keuangan Indonesia lainnya, yaitu Sri Mulyani Indrawati dan Bambang Brodjonegoro.
Sri Mulyani menyelesaikan pendidikan master dan doktornya di kampus tersebut. Sementara Bambang Brodjonegoro juga menempuh pendidikan S2 dan S3 di UIUC.
Baca Juga:
Sudaryono Resmi Pimpin BGN, Ini Profil Lengkapnya
Michael Bambang Hartono Tinggalkan Warisan Rp209 Triliun
Karier Suahasil Nazara Dimulai dari Dunia Akademik

Sebelum masuk jauh ke pemerintahan, Suahasil lebih dulu dikenal sebagai akademisi.
Ia mulai mengajar sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia sejak 1999. Sepuluh tahun kemudian, Suahasil mendapatkan gelar Guru Besar di bidang Ilmu Ekonomi.
Selama berkarier di lingkungan akademik UI, ia pernah memegang sejumlah posisi penting. Di antaranya Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi, Kepala Lembaga Demografi, serta Ketua Departemen Ilmu Ekonomi.
Pengalamannya kemudian berkembang ke ranah kebijakan publik.
Suahasil pernah terlibat sebagai anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal, Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah, hingga Koordinator Kelompok Kerja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.
Ia juga pernah menjadi anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional.
Perjalanan Suahasil di Kementerian Keuangan

Karier Suahasil di Kementerian Keuangan semakin kuat ketika ia dipercaya menjadi Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal pada Februari 2015.
Setahun kemudian, tepatnya pada Oktober 2016, ia resmi menjabat sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal.
Kariernya semakin naik ketika Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 25 Oktober 2019.
Posisi tersebut kemudian tetap ia jalankan ketika Prabowo menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan pada September 2025.
Kini, setelah sekitar satu tahun mendampingi Purbaya, Suahasil justru naik ke kursi tertinggi di Kementerian Keuangan.
Dengan pengalaman akademik, birokrasi, hingga kebijakan fiskal yang cukup panjang, Suahasil sebenarnya sudah cukup familiar dengan mesin internal Kemenkeu.
Apa yang Bisa Diharapkan dari Suahasil Nazara?

Tantangan terbesar Suahasil bukan cuma mempertahankan APBN tetap sehat. Ia juga harus memastikan anggaran negara benar-benar memberikan dampak terhadap masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.
Di saat yang sama, pemerintah harus menjaga defisit, meningkatkan kualitas belanja, memperkuat penerimaan negara, serta mempertahankan kepercayaan investor.
Posisi Suahasil sebagai orang yang sudah lama berada di lingkungan Kementerian Keuangan bisa menjadi keuntungan. Ia nggak perlu mulai dari nol untuk memahami bagaimana kebijakan fiskal dirancang dan dijalankan.
Namun, pengalaman tersebut juga membuat ekspektasi terhadapnya semakin tinggi. Publik tentu ingin melihat apakah Suahasil mampu menghadirkan pendekatan baru atau justru melanjutkan kebijakan yang sudah berjalan sebelumnya.
Baca Juga:
Viral! Amien Rais Singgung Prabowo, Ini Faktanya
Ekonomi Indonesia Dihantam Rupiah Melemah, Ini Faktanya
Suahasil Nazara kini resmi menjadi Menteri Keuangan baru menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Dengan latar belakang akademik, pengalaman panjang di pemerintahan, serta perjalanan karier di Kementerian Keuangan, ia bukan sosok asing dalam pengelolaan fiskal Indonesia. Tantangan terbesarnya adalah menjaga APBN tetap sehat dan kredibel, mempertahankan defisit di bawah 3 persen, sekaligus memastikan setiap anggaran benar-benar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.











