Viral! Warga Sukabumi Raup Penghasilan dari Joget Sadbor TikTok

Viral24 Dilihat

Para warga di sebuah kampung di Sukabumi, Jawa Barat, kini menjadi perhatian publik berkat penghasilan yang mereka dapatkan dari “joget sadbor TikTok.” Awalnya disebut “joget ayam patuk” karena gerakan khasnya yang menyerupai gerakan ayam, tarian ini kemudian dikenal sebagai joget sadbor setelah dipopulerkan oleh Gunawan, pemilik akun TikTok @sadbor86.

Asal Mula Joget Sadbor TikTok

Gerakan joget sadbor pertama kali diinisiasi oleh Gunawan, yang awalnya merupakan seorang penjahit keliling. Ketika pandemi melanda, ia mencoba peruntungan membuat konten di TikTok dan meraih penghasilan dari saweran penonton. Dengan saweran yang didapatkan, ia bisa membayar utang dan memperbaiki rumahnya yang dulu hampir roboh.

Baca Juga:
Perjuangan Tiko Merawat Ibu & Insiden Futsal UNS yang Viral
Sound Horeg Viral yang Membawa “Kemeriahan”

Pengaruh Joget Sadbor TikTok pada Warga Kampung

Gunawan tidak berjoget sendiri; ia melibatkan sejumlah warga kampung yang disebutnya sebagai “karyawan.” Dalam setiap sesi live TikTok, hasil saweran dibagi, dengan Gunawan mengambil 20% sebagai pembuat konten. Berkat partisipasi warga, banyak yang dulunya pengangguran kini memiliki pekerjaan tetap.

Perjuangan dan Dukungan Keluarga

Istri Gunawan, Neneng, mengungkapkan dukungannya atas apa yang dilakukan suaminya, meski terkadang harus menerima komentar negatif dari netizen. Dengan lebih dari 8 juta pengikut, akun TikTok Gunawan berhasil mengubah kehidupan mereka dan warga sekitarnya. Neneng pun berbagi bahwa selain untuk kebutuhan keluarga, sebagian penghasilan digunakan untuk membangun fasilitas kampung seperti trotoar jalan.

Baca Juga:
Viral Siswa SMP Ngebantah Guru, Ternyata Sudah Setahun Lalu
Viral Foto Syur Abidzar Al-Ghifari Bikin Heboh! Netizen Kaget!

Harapan dan Dampak Positif bagi Kampung

Selama sesi live TikTok yang berlangsung hingga empat jam, Gunawan bisa menghasilkan antara Rp400 ribu hingga Rp4 juta. Pendapatan dari “joget sadbor TikTok” ini tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga didedikasikan bagi kesejahteraan warga kampung yang membutuhkan pekerjaan. Kini, warga yang sebelumnya mengalami kesulitan ekonomi dapat memperoleh penghasilan melalui keterlibatan mereka dalam joget sadbor tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *