Masa depan Xabi Alonso kembali jadi bahan pembicaraan hangat. Pelatih asal Spanyol itu dikabarkan menolak tawaran melatih Olympique de Marseille karena situasi internal klub yang dianggap kurang kondusif. Keputusan tersebut langsung memicu spekulasi soal langkah kariernya berikutnya.
Musim 2026 diprediksi bakal jadi periode sibuk di bursa pelatih Eropa. Sejumlah klub besar seperti Manchester City, Manchester United, dan Tottenham Hotspur disebut-sebut tengah mempertimbangkan opsi pergantian manajer.
Liverpool Ikut Terancam Masuk Bursa Pelatih
Di sisi lain, Liverpool juga tidak sepenuhnya aman. Performa The Reds musim ini belum sepenuhnya meyakinkan. Mereka masih tercecer di papan atas Liga Inggris dan peluang lolos ke Liga Champions belum sepenuhnya aman.
Situasi ini tentu membuat posisi Arne Slot mulai dipertanyakan. Kontraknya juga menyisakan satu musim lagi, sehingga keputusan soal masa depannya harus segera diambil sebelum memasuki musim panas.
Jika Liverpool terlalu lama menunda kejelasan kontrak Slot, hal itu bisa berdampak pada aktivitas transfer. Pemain incaran mungkin akan ragu bergabung jika kursi pelatih masih diliputi ketidakpastian.
Apalagi, pemilik klub, Fenway Sports Group, sudah menggelontorkan dana besar pada musim panas 2025 untuk memperkuat skuad. Dengan investasi ratusan juta pound, ekspektasi tentu meningkat. Jika gagal memenuhi target, perubahan besar bisa saja terjadi.
Baca Juga:
Sassuolo vs Verona: Menang Telak 3-0, Idzes Jadi Sorotan!
AC Milan vs Genoa Berakhir Dramatis di Menit Akhir
Xabi Alonso Menunggu Proyek Lebih Stabil?
Penolakan terhadap Marseille memberi sinyal bahwa Alonso tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan. Ia diyakini mencari proyek jangka panjang yang lebih stabil dan ambisius.
Liverpool pun masuk dalam radar spekulasi. Jika manajemen The Reds merasa Slot tidak lagi menjadi solusi, Alonso bisa menjadi kandidat kuat.
Apalagi, nama Alonso sudah lama dikaitkan dengan kursi panas Anfield. Gaya bermainnya yang modern serta rekam jejaknya di Eropa membuatnya menarik bagi klub-klub besar.
Perjalanan Singkat Xabi Alonso di Real Madrid
Sebelumnya, Alonso sempat menangani Real Madrid, namun masa baktinya terbilang singkat. Ia hanya bertahan sekitar delapan bulan, dengan catatan performa yang sebenarnya tidak buruk.
Meski begitu, dinamika ruang ganti disebut menjadi salah satu tantangan terberatnya. Hubungannya dengan beberapa pemain, termasuk Vinicius Jr, dikabarkan kurang harmonis.
Kegagalan di ajang domestik juga membuat tekanan semakin besar. Pada akhirnya, manajemen Madrid memutuskan berpisah lebih cepat dari yang diperkirakan banyak pihak.
Mantan pelatih Madrid, Carlo Ancelotti, bahkan menyebut Alonso tidak diberi cukup waktu untuk beradaptasi. Menurutnya, proses penyesuaian adalah hal krusial bagi seorang pelatih, apalagi di klub sebesar Madrid.
Mampukah Arne Slot Membalikkan Situasi?
Pendukung Slot tentu masih punya alasan untuk membelanya. Ia pernah membawa Liverpool meraih gelar liga dan menunjukkan potensi besar sebagai pelatih muda berbakat.
Namun kini tantangannya berbeda. Ia harus membuktikan bisa menjaga konsistensi tim tanpa terlalu bergantung pada performa luar biasa Mohamed Salah.
Jika Slot mampu membawa Liverpool bersaing di Liga Champions atau bahkan meraih trofi, posisinya tentu akan jauh lebih aman. Tapi jika hasil tak sesuai harapan, manajemen mungkin tak punya banyak pilihan selain melakukan perubahan.
Baca Juga:
Atletico Madrid vs Alaves: Gol Tunggal Penentu Kemenangan
Gol Akrobatik Warnai Tottenham vs Man City
Penolakan Xabi Alonso terhadap Marseille bukan sekadar kabar biasa. Itu bisa menjadi awal dari pergerakan besar di bursa pelatih Eropa. Liverpool menjadi salah satu klub yang patut waspada, terutama jika situasi Arne Slot tidak kunjung membaik.
Musim panas 2026 berpotensi menghadirkan drama baru. Pertanyaannya, apakah Alonso akan kembali ke Premier League, dan apakah Liverpool berani mengambil langkah besar demi masa depan klub? Kita tunggu saja kelanjutannya.









