Pertandingan semifinal Inggris vs Argentina menghadirkan drama yang membuat para pecinta sepak bola sulit berpaling. Duel yang berlangsung sengit sejak menit awal ini akhirnya dimenangkan Argentina dengan skor 2-1 lewat comeback luar biasa di penghujung laga. Hasil tersebut memastikan Lionel Messi dan kolega kembali mengamankan tiket ke final Piala Dunia.
Babak Pertama Inggris vs Argentina
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung bermain agresif demi memperebutkan satu tempat di partai puncak. Inggris maupun Argentina sama-sama tampil disiplin sehingga ruang untuk menciptakan peluang bersih cukup terbatas.
Lionel Messi beberapa kali menjadi sasaran pelanggaran ringan, sementara atmosfer stadion semakin panas berkat dukungan luar biasa dari suporter kedua kubu.
Inggris sempat mengancam lewat sundulan John Stones yang masih melenceng dari sasaran. Di sisi lain, Enzo Fernández juga memperoleh peluang melalui tendangan jarak jauh yang masih melambung tipis di atas mistar gawang Jordan Pickford.
Meski saling bertukar serangan, babak pertama berakhir tanpa gol dengan skor 0-0.
Babak Kedua Inggris vs Argentina
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan semakin meningkat. Argentina langsung mencoba mengambil inisiatif menyerang melalui Julián Álvarez, tetapi peluang tersebut berhasil digagalkan oleh Pickford.
Justru Inggris yang berhasil membuka keunggulan lebih dulu. Berawal dari umpan silang akurat Morgan Rogers dari sisi kanan, Anthony Gordon sukses menyambut bola dan menaklukkan penjaga gawang Argentina dari jarak dekat.
Gol tersebut membuat Inggris semakin percaya diri. Namun Argentina tidak tinggal diam dan terus meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan.
Baca Juga:
Prancis vs Spanyol: Mbappe Melempem, La Roja ke Final
Swiss vs Colombia Dramatis, Penantian 72 Tahun Akhirnya Berakhir
Argentina Terus Menekan Pertahanan Inggris
Setelah tertinggal, Argentina tampil lebih dominan dalam penguasaan bola. Beberapa peluang emas berhasil diciptakan, termasuk sundulan Nicolás González yang mampu ditepis Pickford.
Alexis Mac Allister juga hampir mencatatkan namanya di papan skor, tetapi sundulannya hanya membentur tiang gawang. Sementara itu, peluang lain dari González tidak membuahkan hasil karena lebih dulu berada dalam posisi offside.
Meski masih unggul, Inggris mulai kesulitan keluar dari tekanan. Lini belakang mereka dipaksa bekerja ekstra untuk meredam serangan bertubi-tubi dari Messi dan rekan-rekannya.
Dua Gol Telat Antar Argentina ke Final
Usaha Argentina akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-85. Enzo Fernández melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi Jordan Pickford. Skor berubah menjadi 1-1 dan membuat pertandingan kembali terbuka.
Momentum tersebut langsung dimanfaatkan Argentina untuk terus menyerang. Hanya beberapa menit kemudian, Lautaro Martínez berhasil menyambut umpan silang dengan sundulan akurat di tiang jauh. Gol tersebut membalikkan keadaan menjadi 2-1 untuk Argentina.
Inggris berusaha mencari gol penyeimbang di sisa waktu pertandingan, tetapi pertahanan Argentina mampu bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Argentina Tantang Spanyol di Final Piala Dunia
Kemenangan dramatis atas Inggris membawa Argentina kembali tampil di final Piala Dunia. Tim berjuluk Albiceleste kini berpeluang mempertahankan status sebagai juara dunia saat menghadapi Spanyol di partai final.
Dengan pengalaman para pemain senior yang dipadukan performa impresif sejumlah pemain muda, Argentina kembali menunjukkan mental juara ketika mampu membalikkan keadaan di momen-momen krusial.
Baca Juga:
Spanyol vs Belgia: Merino Pecah Kebuntuan di Menit 88
Norwegia vs Inggris: Drama, Kontroversi, dan Dua Gol Bellingham
Laga Inggris vs Argentina menjadi salah satu pertandingan paling menegangkan di Piala Dunia tahun ini. Inggris sempat berada di atas angin setelah unggul lebih dulu, tetapi semangat pantang menyerah Argentina membuat mereka mampu mencetak dua gol pada menit-menit akhir. Hasil ini membawa Lionel Messi dan timnya kembali ke final, sekaligus membuka peluang untuk mempertahankan gelar juara dunia dalam pertandingan puncak melawan Spanyol.











