Pertandingan Norwegia vs Inggris berakhir dengan kemenangan dramatis 2-1 untuk The Three Lions setelah melewati babak tambahan waktu. Meski sukses membawa Inggris lolos ke semifinal Piala Dunia 2026, Thomas Tuchel justru mengaku belum puas dengan performa timnya.
The Three Lions memang berhasil bangkit setelah sempat tertinggal lebih dulu. Namun, menurut Tuchel, permainan Inggris masih jauh dari kata ideal dan perlu banyak pembenahan jika ingin melangkah hingga menjadi juara.
Inggris Lolos ke Semifinal Berkat Brace Jude Bellingham
Laga perempat final berjalan sengit sejak menit awal. Norwegia sukses membuka keunggulan lebih dulu melalui Andreas Schjelderup yang membuat Inggris berada dalam tekanan.
Jude Bellingham kemudian tampil sebagai penyelamat. Gelandang Real Madrid tersebut mencetak gol penyeimbang menjelang turun minum sebelum kembali mencatatkan namanya di papan skor pada babak tambahan waktu. Dua gol itu memastikan kemenangan 2-1 sekaligus membawa Inggris melaju ke semifinal Piala Dunia 2026.
Meski menang, pertandingan sama sekali tidak mudah. Norwegia beberapa kali memberikan ancaman serius, termasuk gol yang sempat dianulir VAR dan peluang Kristoffer Ajer yang membentur mistar gawang.
Komentar Thomas Tuchel di Laga Norwegia vs Inggris
Setelah laga Norwegia vs Inggris berakhir, Thomas Tuchel tak ingin terlalu larut merayakan kemenangan. Pelatih asal Jerman itu justru menyoroti banyaknya kesalahan yang dilakukan anak asuhnya sepanjang pertandingan.
Menurutnya, Inggris memang menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Namun secara kualitas permainan, The Three Lions tampil kurang rapi, terlalu lambat dalam membangun serangan, sering kehilangan bola, dan melakukan cukup banyak kesalahan teknis maupun taktis.
Tuchel bahkan menilai timnya sedikit beruntung bisa lolos ke semifinal karena Norwegia beberapa kali menciptakan peluang berbahaya.
Meski begitu, ia tetap meminta para pemain menikmati kemenangan sebelum kembali fokus memperbaiki performa menjelang pertandingan berikutnya.
Baca Juga:
Spanyol vs Belgia: Merino Pecah Kebuntuan di Menit 88
Brazil vs Japan: Ancelotti Buktikan Kelasnya Lewat Comeback
Harry Kane Sepakat dengan Kritik Sang Pelatih
Kapten Inggris, Harry Kane, memahami alasan Tuchel melontarkan kritik meski timnya menang.
Menurut Kane, sang pelatih tetap memberikan ucapan selamat kepada seluruh pemain di ruang ganti. Namun, Tuchel juga mengingatkan bahwa Inggris masih memiliki banyak aspek yang bisa ditingkatkan.
Bagi Kane, kondisi tersebut justru menjadi sinyal positif. Ia percaya jika tim mampu memperbaiki permainan saat menguasai bola, peluang untuk melangkah ke final bahkan menjadi juara akan semakin besar.
Jude Bellingham Kurang Setuju dengan Tuchel
Berbeda dengan Kane, Jude Bellingham tampaknya memiliki pandangan lain mengenai komentar sang pelatih.
Saat dimintai tanggapan terkait kritik Tuchel, Bellingham hanya memberikan respons singkat yang menunjukkan dirinya kurang sependapat.
Menurut pemain berusia 23 tahun itu, pertandingan melawan Norwegia merupakan salah satu laga tersulit yang dijalani Inggris selama turnamen. Ia merasa seluruh pemain sudah mengeluarkan kemampuan terbaik demi mengamankan kemenangan.
Bellingham juga memilih memberikan apresiasi kepada rekan-rekan setimnya yang telah berjuang tanpa henti sepanjang pertandingan.
Bellingham Samai Rekor Pele di Piala Dunia
Selain menjadi pahlawan kemenangan Inggris, Jude Bellingham juga berhasil mencatatkan sejarah baru di Piala Dunia 2026.
Dua gol ke gawang Norwegia membuatnya menjadi pemain termuda kedua yang mampu mencetak minimal dua gol dalam dua pertandingan fase gugur secara beruntun. Catatan tersebut hanya kalah dari legenda sepak bola Brasil, Pele, yang melakukannya pada Piala Dunia 1958.
Tak hanya itu, Bellingham kini juga sejajar dengan Pele dalam daftar pemain dengan jumlah gol terbanyak di Piala Dunia saat berusia 23 tahun atau lebih muda. Di atas mereka masih ada Kylian Mbappe yang memimpin daftar tersebut.
Gol Pertama Bellingham Sempat Jadi Perdebatan
Gol penyama kedudukan yang dicetak Bellingham sempat memunculkan kontroversi.
Beberapa tayangan televisi memperlihatkan dugaan bola sempat mengenai kabel kamera yang menggantung di atas lapangan sebelum Inggris membangun serangan. Jika benar terjadi, sesuai regulasi permainan seharusnya dihentikan dan dilanjutkan dengan drop ball.
Namun setelah melakukan pemeriksaan menggunakan teknologi adidas Connected Ball yang dipakai di Piala Dunia 2026, FIFA memastikan tidak ada kontak antara bola dengan benda lain.
Data sensor yang tertanam di dalam bola juga tidak menunjukkan adanya benturan sehingga gol Bellingham tetap dinyatakan sah.
Baca Juga:
Argentina vs Mesir Diwarnai Kontroversi VAR, Wasit Jadi Sorotan
Swiss vs Colombia Dramatis, Penantian 72 Tahun Akhirnya Berakhir
Gol Norwegia Dianulir Gara-gara Aturan VAR Terbaru
Norwegia sebenarnya sempat kembali unggul pada babak kedua melalui Torbjorn Heggem.
Sayangnya, gol tersebut dianulir setelah VAR menemukan pelanggaran yang dilakukan Erling Haaland sebelum bola hasil sepak pojok dimainkan. Striker Manchester City itu dinilai mendorong Elliot Anderson sehingga wasit membatalkan gol dan memerintahkan sepak pojok diulang.
Keputusan tersebut merupakan penerapan aturan baru yang digunakan FIFA pada Piala Dunia 2026.
Dalam regulasi terbaru, VAR diperbolehkan meninjau pelanggaran yang terjadi sebelum sepak pojok atau tendangan bebas diambil apabila pelanggaran tersebut berdampak langsung terhadap terciptanya gol.
Aturan ini diterapkan untuk mengurangi aksi saling dorong maupun tarik-menarik pemain di kotak penalti saat situasi bola mati.
Erling Haaland Dinilai Melakukan Kesalahan yang Tidak Perlu
Keputusan Haaland mendorong lawannya mendapat sorotan dari berbagai pihak.
Mantan kiper Timnas Inggris, Paul Robinson, menilai tindakan tersebut sangat merugikan Norwegia. Menurutnya, Haaland sebenarnya tidak perlu melakukan pelanggaran karena sudah memiliki keunggulan fisik dalam duel udara.
Akibat aksi tersebut, Norwegia kehilangan gol yang berpotensi mengubah jalannya pertandingan.
Haaland Akui Kehabisan Tenaga di Laga Norwegia vs Inggris
Selain gagal mencetak gol untuk pertama kalinya di Piala Dunia 2026, Haaland juga harus meninggalkan lapangan lebih awal pada babak tambahan waktu.
Usai pertandingan, striker Manchester City itu mengungkapkan bahwa kondisi cuaca di Miami benar-benar menguras energinya. Suhu yang sangat panas ditambah kelembapan tinggi membuat fisiknya menurun drastis.
Pelatih Stale Solbakken pun membenarkan kondisi tersebut. Selain mengalami kelelahan, Haaland juga mendapat benturan pada bagian kaki sehingga diputuskan untuk ditarik keluar demi menghindari risiko cedera yang lebih serius.
Pelukan Hangat Haaland dan Bellingham Jadi Penutup Laga Norwegia vs Inggris
Meski harus mengakhiri perjalanan Norwegia di perempat final, Haaland tetap menunjukkan sportivitas.
Sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, ia menghampiri Jude Bellingham dan memberikan pelukan sebagai bentuk penghormatan kepada mantan rekan setimnya di Borussia Dortmund.
Haaland juga menyampaikan rasa bangganya terhadap pencapaian Norwegia. Baginya, keberhasilan menembus perempat final merupakan prestasi terbaik dalam sejarah sepak bola negaranya di ajang Piala Dunia.
Ia optimistis generasi emas Norwegia masih memiliki peluang untuk kembali membuat kejutan pada edisi berikutnya.
Baca Juga:
Paraguay vs Prancis: Menang Susah Payah, Siapa Pemain Terburuk?
Portugal vs Spain: Akhir Pahit Ronaldo di Piala Dunia
Meski Norwegia vs Inggris berakhir dengan kemenangan The Three Lions dan memastikan tiket ke semifinal Piala Dunia 2026, performa tim asuhan Thomas Tuchel masih menyisakan banyak catatan yang perlu diperbaiki. Di sisi lain, Jude Bellingham kembali menjadi sosok pembeda lewat dua gol dan sejumlah rekor impresif yang berhasil ia ukir. Sementara itu, Norwegia tetap layak mendapat apresiasi karena sukses mencatatkan pencapaian terbaik sepanjang sejarah mereka di ajang Piala Dunia.






