Real Madrid berhasil mengamankan tiga poin usai menaklukkan Barcelona dengan skor 2-1 dalam laga El Clasico pekan ke-10 La Liga 2026/2027. Pertandingan Real Madrid vs Barcelona yang digelar di Spotify Camp Nou pada Senin (26/10/2026) dini hari WIB ini menjadi momen gemilang bagi Kylian Mbappe yang sukses mencuri perhatian lewat penampilan impresifnya.
Penyerang asal Prancis itu memborong dua gol sekaligus membawa Los Blancos meraih kemenangan kelima secara beruntun. Hasil ini juga mengakhiri sembilan kemenangan beruntun Barcelona di La Liga sekaligus memberikan kekalahan pertama bagi pasukan Hansi Flick di kompetisi domestik musim ini.
Di sisi lain, Jose Mourinho berhasil mengawali kiprahnya dalam El Clasico pada era barunya bersama Real Madrid dengan hasil maksimal. Strategi bertahan yang disiplin dan serangan balik cepat menjadi senjata utama untuk meredam dominasi tuan rumah.
Jalannya Pertandingan Barcelona vs Real Madrid

Kedua tim langsung bermain agresif sejak peluit pertama dibunyikan. Barcelona mencoba mengendalikan permainan melalui penguasaan bola, sedangkan Madrid lebih memilih menunggu kesempatan untuk melancarkan serangan cepat.
Real Madrid akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-41. Berawal dari serangan yang dibangun melalui sisi kiri, bola yang coba dibuang Gerard Martin justru membentur Mbappe dan meluncur masuk ke gawang Joan Garcia.
Gol tersebut membuat Madrid unggul 1-0 hingga turun minum. Barcelona sebenarnya memiliki sejumlah peluang, tetapi kesalahan dalam penguasaan bola membuat mereka kesulitan mengembangkan serangan secara konsisten.
Memasuki babak kedua, Barcelona meningkatkan tekanan demi mengejar ketertinggalan. Usaha tersebut membuahkan hasil pada menit ke-61 ketika Raphinha sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Gol itu berawal dari situasi sepak pojok pendek yang melibatkan Pedri. Gelandang Spanyol tersebut memberikan umpan mengecoh kepada Raphinha, yang kemudian melepaskan tembakan kaki kiri ke sudut gawang Madrid.
Setelah skor kembali imbang, pertandingan semakin terbuka. Barcelona terus mencari gol tambahan, sementara Madrid tetap mengandalkan kecepatan pemain depannya untuk mengeksploitasi ruang kosong.
Ketika laga tampak akan berakhir imbang, Mbappe kembali menjadi pembeda. Pada menit ke-87, Eduardo Camavinga mengirimkan umpan matang setelah Madrid berhasil memanfaatkan kesalahan Barcelona saat membangun serangan.
Mbappe yang berada dalam posisi menguntungkan langsung menuntaskan peluang tersebut menjadi gol. Madrid kembali unggul 2-1 dan berhasil mempertahankan skor hingga pertandingan berakhir.
Baca Juga:
Aston Villa vs Manchester City: Nicolas Jackson Bikin City Tumbang!
Real Madrid vs Villarreal: Menang Tipis, Taktik Mourinho Dikritik!
Strategi Mourinho Jadi Pembeda
Kemenangan Real Madrid tidak lepas dari pendekatan taktik Jose Mourinho. Meski menggunakan formasi dasar 4-2-3-1, Madrid lebih banyak bertahan dengan blok menengah hingga rendah untuk membatasi ruang gerak pemain Barcelona.
Aurelien Tchouameni dan Bernardo Silva berperan penting dalam menjaga keseimbangan lini tengah. Sementara itu, Federico Valverde membantu mengantisipasi ancaman dari sisi sayap sebelum akhirnya digantikan karena mengalami masalah fisik.
Mourinho juga mengandalkan transisi cepat ketika Madrid berhasil merebut bola. Strategi tersebut membuat Barcelona kesulitan menjaga keseimbangan pertahanan, terutama saat terlalu banyak pemain naik untuk membantu serangan.
Di sisi lain, Barcelona tampil dengan pendekatan yang lebih dominan dalam penguasaan bola. Hansi Flick meminta anak asuhnya mengalirkan bola secara cepat dan menekan lawan dengan garis pertahanan tinggi.
Namun, pendekatan tersebut menyisakan ruang yang bisa dimanfaatkan Madrid. Beberapa kesalahan operan Barcelona pada babak pertama bahkan memberikan kesempatan kepada tim tamu untuk melancarkan serangan berbahaya.
Pada akhirnya, perbedaan efektivitas penyelesaian peluang menjadi salah satu faktor penentu kemenangan Madrid.
Andriy Lunin Tampil Solid di Bawah Mistar
Selain Mbappe, Andriy Lunin juga layak mendapat perhatian. Kiper asal Ukraina tersebut dipercaya menjadi starter setelah Thibaut Courtois harus absen karena sakit.
Lunin mampu menjawab kepercayaan tersebut melalui sejumlah penyelamatan penting. Ketika Barcelona meningkatkan tekanan setelah gol penyeimbang, ia beberapa kali menggagalkan peluang berbahaya yang berpotensi mengubah jalannya pertandingan.
Salah satu momen krusial terjadi ketika Lunin berhasil menepis sundulan Gerard Martin dari jarak dekat. Penyelamatan itu membantu Madrid bertahan dalam situasi sulit saat Barcelona berusaha membalikkan keadaan.
Lunin menilai kedisiplinan, semangat juang, dan kerja sama tim menjadi faktor penting di balik kemenangan tersebut.
Menurutnya, pertandingan tandang melawan Barcelona bukanlah tantangan mudah. Namun, keinginan kuat untuk membawa pulang tiga poin membuat seluruh pemain tetap berjuang hingga peluit akhir.
Ia juga menegaskan bahwa Madrid tidak boleh cepat berpuas diri meskipun sedang berada dalam tren positif. Konsistensi dan peningkatan performa tetap diperlukan untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Barcelona Kehilangan Ketajaman di Momen Penting
Meskipun kalah, Barcelona sebenarnya mampu mendominasi jalannya pertandingan dari sisi penguasaan bola. Namun, dominasi tersebut tidak sepenuhnya menghasilkan peluang yang efektif.
Beberapa kesalahan mendasar, terutama saat mengalirkan bola di lini tengah, memberikan keuntungan kepada Madrid. Pedri bahkan mengakui bahwa permainan Barcelona pada babak pertama berjalan terlalu lambat dan kurang rapi.
Menurutnya, tim terlalu sering kehilangan bola karena kesalahan yang seharusnya bisa dihindari. Situasi tersebut membuat Madrid memiliki kesempatan untuk menyerang balik.
Barcelona sempat menunjukkan peningkatan setelah Raphinha mencetak gol penyeimbang. Akan tetapi, lini pertahanan mereka kembali kehilangan konsentrasi menjelang akhir pertandingan.
Kesalahan saat membangun serangan menjadi awal dari gol kedua Madrid. Ketika Barcelona berusaha mencari kemenangan, Madrid justru berhasil memanfaatkan ruang kosong untuk melancarkan serangan penentu.
Hasil ini memperpanjang periode sulit Barcelona setelah sebelumnya kalah 2-4 dari Paris Saint-Germain di Liga Champions. Dua kekalahan beruntun tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Hansi Flick untuk segera memperbaiki performa timnya.
Cedera Menambah Masalah Barcelona
Selain hasil pertandingan yang mengecewakan, Barcelona juga menghadapi persoalan kebugaran pemain.
Bek muda Xavi Espart harus meninggalkan lapangan pada menit ke-30 setelah mengalami masalah fisik usai berbenturan dengan Tchouameni. Alejandro Balde kemudian masuk menggantikannya, sementara Joao Cancelo bergeser ke posisi bek kanan.
Barcelona juga menghadapi keterbatasan pilihan pemain akibat masalah kebugaran yang dialami sejumlah anggota skuad, termasuk Andreas Christensen, Jules Kounde, Eric Garcia, dan Dani Olmo.
Situasi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Flick, terutama ketika tim harus menjalani jadwal pertandingan yang padat.
Meski begitu, pelatih asal Jerman tersebut menolak menganggap dua kekalahan beruntun sebagai tanda bahwa kualitas timnya menurun drastis.
Flick justru menyoroti kelelahan fisik pemain dan mengakui bahwa Barcelona belum menunjukkan performa terbaiknya. Ia juga menilai timnya sebenarnya mampu tampil lebih baik setelah mencetak gol penyeimbang.
Bagi Barcelona, memperbaiki konsistensi permainan dan menjaga kondisi fisik pemain akan menjadi prioritas dalam pertandingan selanjutnya.
Baca Juga:
PSG vs Barcelona: 14 Gol, Rekor Liga Champions Tercipta!
Al Nassr vs Al-Faisaly: Ronaldo Tinggal 18 Gol Lagi!
Kylian Mbappe Menggila di Laga Real Madrid vs Barcelona
Penampilan Kylian Mbappe menjadi sorotan utama dalam kemenangan Real Madrid. Dua gol yang dicetaknya membuktikan betapa berbahayanya sang penyerang ketika mendapatkan ruang di area pertahanan lawan.
Gol pertamanya memang melibatkan unsur keberuntungan setelah bola membentur tubuhnya. Namun, gol kedua memperlihatkan kemampuan Madrid memanfaatkan celah yang muncul ketika Barcelona kehilangan penguasaan bola.
Pergerakan Mbappe juga membuat lini belakang Barcelona harus bekerja ekstra sepanjang pertandingan. Kecepatan dan ketajamannya menjadi ancaman yang sulit diatasi, terutama ketika Madrid melancarkan serangan balik.
Di sisi lain, Raphinha menjadi salah satu pemain Barcelona yang tampil menonjol. Kapten Blaugrana tersebut menunjukkan kerja keras sepanjang laga dan berhasil mencetak gol penyama kedudukan.
Anthony Gordon juga memberikan ancaman dari sektor sayap melalui beberapa pergerakan yang merepotkan pertahanan Madrid. Namun, upaya para pemain Barcelona belum cukup untuk menghindarkan timnya dari kekalahan.
Insiden di Laga Real Madrid vs Barcelona
Kemenangan Madrid juga diwarnai insiden setelah gol kedua Mbappe. Berdasarkan laporan wasit, sejumlah benda dilemparkan dari tribun yang ditempati pendukung Barcelona ketika para pemain tim tamu merayakan gol.
Benda yang dilaporkan dilemparkan berupa botol air dan kaleng minuman. Meski tidak mengenai pemain, insiden tersebut membuat wasit mengaktifkan protokol pelemparan benda dan menghentikan pertandingan selama sekitar satu menit dua puluh detik.
Situasi ini menjadi catatan tersendiri dalam pertandingan yang berlangsung dengan tensi tinggi tersebut.
Selain insiden di tribun, Mourinho juga terlihat beberapa kali memprotes keputusan wasit sepanjang pertandingan. Ekspresi emosionalnya semakin terlihat ketika Mbappe mencetak gol kemenangan pada penghujung laga.
Baca Juga:
Leeds vs Manchester United Imbang, Ada Apa dengan MU?
Tottenham vs Coventry 3-1: Spurs Akhirnya Raih Kemenangan!
Kemenangan 2-1 atas Barcelona menunjukkan bahwa Real Madrid mampu memaksimalkan peluang meskipun tidak mendominasi penguasaan bola. Dua gol Kylian Mbappe, strategi pragmatis Jose Mourinho, serta penampilan solid Andriy Lunin menjadi faktor penting di balik keberhasilan Los Blancos membawa pulang tiga poin dari Camp Nou.
Sebaliknya, Barcelona harus mengevaluasi kesalahan dalam penguasaan bola, efektivitas serangan, dan konsentrasi lini belakang. Kekalahan ini menjadi pengingat bahwa dominasi permainan saja tidak cukup untuk memenangkan pertandingan besar.
Dengan hasil tersebut, persaingan di papan atas La Liga 2026/2027 semakin menarik. Real Madrid berhasil memangkas jarak dengan Barcelona, sementara pasukan Hansi Flick dituntut segera bangkit agar tetap mampu bersaing dalam perebutan gelar juara.












