Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akhirnya buka suara terkait video yang diunggah Amien Rais di YouTube. Dalam video berdurasi sekitar 8 menit itu, Amien menyampaikan tudingan soal adanya kedekatan khusus antara Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dengan tegas menyatakan bahwa isi video tersebut tidak benar. Ia menyebut narasi yang disampaikan mengandung hoaks, fitnah, sekaligus unsur ujaran kebencian. Menurutnya, tudingan itu tidak punya dasar fakta dan justru berpotensi memicu kegaduhan di masyarakat.
Dilarang Disebar, Bisa Kena Sanksi Hukum
Komdigi juga mengingatkan masyarakat untuk tidak ikut menyebarkan ulang video tersebut, baik melalui media sosial maupun platform digital lainnya. Soalnya, ada konsekuensi hukum yang cukup serius jika tetap dilakukan.
Dalam aturan yang berlaku, khususnya Undang-Undang ITE, penyebaran konten yang mengandung pencemaran nama baik atau ujaran kebencian bisa berujung pada sanksi pidana. Ancamannya tidak main-main, mulai dari hukuman penjara hingga denda besar.
Pesan dari pemerintah cukup jelas: jangan asal share konten tanpa memastikan kebenarannya.
Baca Juga:
Menteri PPPA Usul Gerbong Wanita Dipindah, Ini Alasannya!
Kronologi Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Ajakan Jaga Ruang Digital Tetap Sehat
Selain itu, Komdigi juga mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga ekosistem digital agar tetap aman dan positif. Literasi digital dianggap penting supaya masyarakat bisa lebih bijak dalam menyaring informasi.
Kebebasan berekspresi memang dijamin, tapi tetap harus dibarengi dengan tanggung jawab. Jangan sampai kebebasan itu malah disalahgunakan untuk menyebarkan informasi yang belum tentu benar.
Amien Rais Usul Prabowo Copot Seskab
Dalam video yang sama, Amien Rais juga sempat menyarankan agar Presiden Prabowo mencopot Teddy Indra Wijaya dari jabatan Sekretaris Kabinet. Ia berpendapat, jika isu tersebut tidak ditangani dengan jelas, kepercayaan publik terhadap pemerintah bisa menurun.
Amien bahkan menilai situasi seperti itu bisa berdampak pada stabilitas pemerintahan ke depan. Ia juga menyinggung bahwa pemimpin sebaiknya menjauh dari hal-hal yang berpotensi menimbulkan kontroversi pribadi.
Reaksi Partai Ummat Terhadap Amien Rais
Menanggapi polemik ini, pihak Partai Ummat melalui salah satu pengurusnya menegaskan bahwa pernyataan Amien Rais tidak mewakili partai. Mereka menyebut itu murni pendapat pribadi.
Bahkan, pihak partai juga menyayangkan pernyataan tersebut, mengingat Amien Rais adalah tokoh publik. Mereka menilai pernyataan itu tidak berkaitan dengan isu penting yang sedang dihadapi bangsa saat ini.
Potensi Langkah Hukum dari Relawan Prabowo
Di sisi lain, relawan Prabowo yang tergabung dalam Arus Bawah Prabowo (ABP) juga angkat bicara. Mereka menyatakan siap mengambil langkah hukum karena menilai pernyataan tersebut telah merusak nama baik Presiden dan Sekretaris Kabinet.
Menurut mereka, apa yang disampaikan Amien Rais bukan lagi kritik, melainkan tuduhan tanpa dasar yang bisa menyesatkan publik.
Baca Juga:
Bupati Cilacap Diciduk KPK, 27 Orang Ikut Diamankan
Harga BBM Pertamina Stabil, Ini Daftar Lengkapnya
Kasus ini jadi pengingat penting buat kita semua untuk lebih bijak dalam mengonsumsi dan menyebarkan informasi di era digital. Tidak semua yang viral itu benar, dan sekali klik “share” bisa berdampak besar, bahkan berujung masalah hukum.
Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan memilah fakta dan opini jadi kunci utama. Jadi, sebelum percaya atau ikut menyebarkan, pastikan dulu kebenarannya ya!








