Timnas Indonesia mulai menunjukkan perkembangan yang menjanjikan sejak ditangani John Herdman. Dalam tiga pertandingan awal bersama skuad Garuda, pelatih asal Inggris tersebut tidak hanya menghadirkan hasil positif, tetapi juga membawa perubahan dalam cara bermain tim.
Salah satu perubahan yang paling terlihat adalah dominasi penguasaan bola. Timnas Indonesia kini tampil lebih percaya diri saat mengontrol pertandingan dan membangun serangan dengan lebih rapi dari lini belakang.
Penguasaan Bola Jadi Ciri Khas John Herdman

Pada laga perdana di bawah arahan Herdman, Indonesia tampil dominan saat menghadapi Saint Kitts & Nevis. Saat itu, skuad Garuda mencatat penguasaan bola hingga 70 persen.
Dominasi tersebut berlanjut ketika menghadapi Bulgaria. Bahkan, persentase penguasaan bola meningkat menjadi 71 persen, yang menjadi catatan tertinggi Indonesia selama dilatih Herdman sejauh ini.
Saat melawan Oman dalam FIFA Matchday Juni 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Indonesia kembali unggul dalam penguasaan bola dengan catatan 57 persen. Meski lebih rendah dibanding dua laga sebelumnya, Tim Garuda tetap mampu mengendalikan jalannya pertandingan dan meraih kemenangan telak 3-0.
Filosofi Permainan John Herdman Mulai Terlihat

Keunggulan penguasaan bola bukan sekadar angka statistik. Di bawah Herdman, Timnas Indonesia terlihat lebih sabar saat membangun serangan, lebih nyaman menguasai bola, dan mampu mengatur tempo permainan sesuai kebutuhan.
Pelatih berusia 50 tahun tersebut memang sejak awal menekankan pentingnya identitas permainan yang jelas. Ia ingin timnya mampu tampil tenang saat menguasai bola sekaligus tetap efektif menghadapi berbagai karakter lawan.
Rata-rata penguasaan bola Indonesia dalam tiga pertandingan pertama era Herdman mencapai 66 persen. Angka ini menjadi sinyal positif bahwa proses pembentukan identitas baru tim mulai berjalan sesuai rencana.
Baca Juga:
John Herdman Bongkar Taktik Rahasia Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Sosok Kunci Timnas Indonesia
Kemenangan Meyakinkan Atas Oman

Timnas Indonesia tampil impresif ketika menjamu Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Skuad Garuda berhasil menang dengan skor 3-0 melalui gol Justin Hubner, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen.
Gol pembuka dicetak Justin Hubner pada menit ke-13 melalui sundulan memanfaatkan umpan tendangan bebas Nathan Tjoe-A-On. Indonesia kemudian menggandakan keunggulan lewat aksi individu Ole Romeny pada menit ke-27.
Ragnar Oratmangoen melengkapi pesta gol Indonesia pada menit ke-56 setelah memanfaatkan umpan silang Ivar Jenner. Hingga pertandingan berakhir, Oman gagal membalas satu gol pun.
Taktik John Herdman Mendapat Banyak Apresiasi

Performa Timnas Indonesia saat menghadapi Oman mendapat banyak pujian. Formasi 3-4-3 yang diterapkan Herdman dinilai mampu membuat permainan Indonesia lebih seimbang antara menyerang dan bertahan.
Lini belakang yang diisi Elkan Baggott, Justin Hubner, dan Rizky Ridho tampil solid. Sementara sektor tengah yang dihuni Kevin Diks, Nathan Tjoe-A-On, Ivar Jenner, dan Joey Pelupessy mampu menjaga aliran bola dengan baik.
Di lini depan, kombinasi Beckham Putra, Ragnar Oratmangoen, dan Ole Romeny berhasil memberikan ancaman konstan kepada pertahanan Oman.
Baca Juga:
Nasib Timnas Indonesia di Tangan John Herdman
John Herdman Ubah Wajah Timnas Indonesia Secara Drastis
Kedalaman Skuad Mulai Teruji

Pada babak kedua, Herdman melakukan sejumlah pergantian pemain. Menariknya, beberapa pemain yang masuk mampu langsung beradaptasi dengan pola permainan tim.
Dony Tri Pamungkas, Calvin Verdonk, dan Mathew Baker menjadi nama yang paling mencuri perhatian. Ketiganya mampu menjaga ritme permainan tetap stabil meski masuk sebagai pemain pengganti.
Pergantian pemain yang dilakukan Herdman menunjukkan bahwa ia tidak hanya fokus pada hasil pertandingan, tetapi juga ingin melihat kualitas serta kesiapan seluruh anggota skuad.
Mathew Baker Cetak Rekor Bersejarah di Timnas Indonesia

Laga melawan Oman menjadi momen yang tidak terlupakan bagi Mathew Baker. Pemain muda tersebut mencatat debut bersama Timnas Indonesia senior sekaligus memecahkan rekor sebagai pemain termuda yang pernah tampil untuk Timnas Indonesia.
Mathew Baker menjalani laga pertamanya bersama tim senior pada usia 17 tahun 23 hari, melewati rekor sebelumnya yang dipegang Arkhan Kaka.
Momen emosional juga terlihat setelah pertandingan usai. Baker tampak haru hingga menitikkan air mata dan mendapat sambutan hangat dari rekan-rekan setimnya.
Emil Audero Tampil Gemilang

Selain para pencetak gol, Emil Audero juga layak mendapat sorotan. Penjaga gawang Timnas Indonesia tersebut tampil luar biasa sepanjang pertandingan.
Audero beberapa kali melakukan penyelamatan penting, termasuk menggagalkan tendangan penalti pemain Oman pada babak pertama. Penampilannya yang solid membuat Indonesia berhasil menjaga gawang tetap steril hingga akhir laga.
Clean sheet tersebut menjadi salah satu bukti kualitas Audero sebagai kiper utama Timnas Indonesia saat ini.
Ranking FIFA Timnas Indonesia Ikut Meroket

Kemenangan atas Oman juga membawa dampak positif terhadap posisi Indonesia di ranking FIFA. Tambahan poin yang didapat membuat Tim Garuda naik empat peringkat ke posisi 118 dunia.
Peningkatan tersebut menjadi bukti bahwa performa positif di lapangan mulai memberikan hasil nyata dalam peringkat internasional.
Tantangan Berikutnya untuk Skuad Garuda

Setelah sukses mengalahkan Oman, Timnas Indonesia akan menghadapi Mozambik dalam laga berikutnya pada FIFA Matchday Juni 2026.
Lawan asal Afrika tersebut diprediksi akan memberikan tantangan yang berbeda. Selain memiliki peringkat FIFA yang lebih baik, Mozambik dikenal memiliki kekuatan fisik yang kuat serta transisi serangan yang cepat.
Pertandingan ini akan menjadi ujian penting bagi Herdman untuk melihat sejauh mana perkembangan identitas permainan yang sedang dibangun bersama Timnas Indonesia.
Baca Juga:
Timnas Indonesia Makin Gacor, Pemainnya Bersinar Semua
Timnas Indonesia vs Oman, Strategi Herdman Berbuah Manis
Era John Herdman bersama Timnas Indonesia dimulai dengan cukup menjanjikan. Selain mampu meraih kemenangan, skuad Garuda juga menunjukkan perubahan gaya bermain yang lebih terorganisir, dominan dalam penguasaan bola, dan memiliki identitas yang semakin jelas. Kemenangan telak atas Oman menjadi bukti bahwa Timnas Indonesia sedang bergerak ke arah yang positif. Kini, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi dan terus berkembang menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat di masa mendatang.






